Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Sahabat sholehku, sebelum rehat malam ini kenalilah diantara Hikmah Nikah menurut sunnah, 1. Bukti taat kpd ALLAH & RasulNYA, "Nikah itu sunnahku siapa yg membencinya bukan umatku", 2. Tanda kefitrohan mahlukNYA, 3. Meraih nilai mulia “nisfaddin” separuh agama, separuhnya lagi adalah taqwanya kpd Allah, 4. Terjaga mata & kemaluan, 5. Semua jadi hal al & berkah, seperti, tatapan, ciuman tadinya haram menjadi halal penuh pahala, "Allah halalkan kalian dg nikah u menikmatinya", 6. Pintu rizki, ”Kalau kalian faqir, niscaya ALLAH bukakan u kalian pintu karuniaNYA” (QS 24:32), ”Segala sesuatu ada pintunya, & pintu rizki adalah nikah”, 7. Damai, tenang, aman & bahagia (QS 30:21), 8. Kaderisasi generasi muslim yg sholeh & sholehah (QS 25:74),10. Selamat dari penyakit & fitnah sosial, 11. Menyambung keluarga dg keluarga baru, 12. Syiar Islam. SubhanAllah begitu besar karunia Allah melalui Syariat Nikah. Allahumma ya Allah mudahkan segerakan hamba u menikah dg pasangan yg membuat kami semakin dekat dgMu...aamiin". (K. H. Muhammad Arifin Ilham)
Syukron jazakumullah atas doa dari semuanyaaaaa...... aq udah LULUS!!! :)
Laa Yukallifullaahu Nafsan Illaa Wus'ahaa..
Astaghfirullaah... Aku rindu wanita sholehah.... Oh Allah, mengapa rasanya begitu berat??? tapii... laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa... Aku Pasti Bisa melewati ujian ini!!
Pliiis.. Jangan pikirkan hal2 yang tdk penting!! hati tdk tenang??? tinggal ingat Allah... dzikir vaa..
Perbanyak aktvitas, jgn selalu menyendiri, berkumpul lah brsama dgn org2 yg sholeh..
y Allah... aq harus ingat, bahwa d sana, d tmpat aq dilahirkan, terdpt dua org manusia yg sdg mnaruh harapan yang sngat besar kepadaku. Tidk ada waktu lg untuk main2!!! Menyia2kan waktu dgn mngisi kegiatan2 yg tdk jelas! STOP! STOP! STOP!!!
Tentang AKU
Aku, ya begini...
si pendiam klo lg marahan sm orang.
si ceria klo si hati lg seneng.
si pemalu klo lg ngmong sm org yg "lebih".
si gak tau malu klo lg "gila".
si pemberani klo lg kepepet.
si pemalas klo lg ga mood.
si rajin klo lg semangat.
si baik hati klo lg pengen berbuat baik. :D
si ga punya hati klo lg 'jealous'.
si penyabar klo lg dpet cobaan. *kadang2, ha
si gak sabaran klo lg pengen 'sesuatu'.
si lola klo lg lola. :P
si pintar klo IQny lg naek. *he, emang bs??
si pinter ngomong klo ngerti.
si ga bs ngomong klo ga ngerti. *_^
si dermawan klo lg bnyak uang. *hahay
si nyebelin klo si egois lg kumat.
si perhatian klo lg sayang sm org.
si 'agak angkuh' klo lg punya prestasi. *pdhal mah ga bleh tuuuh.. dosa tau!
si lemah lembut klo lg ngmong sm org yg lemah lembut jugaaa. he
si ....
si ....
si ....
si Aku, ya begini....
WAHAI IKHWAN.....
untuk kalian..
Wahai ikhwan…………Sungguh kami itu senang jika diperhatikan,apalagi jika kalian adalah ikhwan yang dewasa,atau ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, atau ikhwan yang cerdas
padahal kami belum mampu berhijab secara baik,karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya,dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.
Jangan pernah kautatap kami penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihat kami.Bukan, bukan karena kami terlalu indah,tapi karena kami seorang yang masih kotor.kami biasa memakai topeng keindahan pada wajah buruk kami,mengenakan pakaian sutra emas yang akan bisa memalingkan diri kalian.
Wahai Akhi,berhati-hatilah ketika kalian menyapa kami dengan chating didunia maya,diskusi dengan hal-hal yang tidak perlu,katanya dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah
Duhai Akhi……Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan,tapi maaf…bukan karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami,meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini,terkadang kami pun terlepas kata dan tingkah laku,yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas,karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami
Akhi....Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi.Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tapi itu fakta.Sangat mudah membuat wanita bermimpi.
Akhi,Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami.Mungkin kami akan melengos kalau disapa.Atau membuang muka kalau dipuji.Tetapi, jujur saja, ada perasaan bangga.Bukan kami suka pada antum (mungkin)..Tapi suka karena diperhatikan “lebih”.
Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri.Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci.Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta’aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya.Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulantetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.
Duhai akhi,Tolong, kami hanya ingin menjaga diri.Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti.Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu,jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu,jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu
jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu,jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu
Wahai akhi,kalian Sebagai saudara kami,tolong, jaga kami.Karena kami akan kuat menolak rayuan preman,Tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA?Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?
Karenanya saudaraku…
Janganlah kita berbuka sebelum waktunyaMemanen sebelum masanya
Bersabarlah, tunggulah hingga saatnya tiba
Allahu a’lam bish shawwab…
~Peringatan buat sahabat2 dan jua pada diri ini yg sentiasa khilaf padaNya,Akhir kata aku memohon Ampun kepada Allah..Robb yang Maha Penyayang dan Maha Pemberi Petunjuk~
(Dikutip dari sebuah artikel,,, ‘af1, an lupa alamatnya…)
HUKUM PENGGUNAAN KAWAT GIGI
A. Pengertian Kawat Gigi (Orthodonti)
Kawat gigi dalam bahasa kedokteran disebut dental braces atau orthodontic braces yaitu alat yang digunakan pada bidang kedokteran gigi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur.
Semula, kawat gigi digunakan untuk mengencangkan gigi karena gigi terlalu maju (tonggos) serta susunan gigi tak merata. Kawat gigi juga berfungsi untuk meratakan susunan gigi yang tumbuh tak beraturan.
Namun, perubahan fungsi kawat gigi kini semakin terlihat. Kawat
gigi tidak hanya digunakan sebagai alat kesehatan, namun menjadi tren yang sedang digandrungi. Orang-orang bergigi normal, ikut meramaikan behel agar terlihat percaya diri. Tak ketinggalan, karet kawat gigi juga menjadi sesuatu yang dapat dipamerkan. Penahan kawat gigi ini didesain untuk bongkar pasang layakya mainan.
Adapun arti secara harfiah orthodonti sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu orthos yang berarti lurus dan dons yang berarti gigi. Istilah orthodonti sendiri digunakan pertama kali oleh Le Foulon pada tahun 1839. Ilmu orthodonti sebagai suatu ilmu pengetahuan seperti yang kita kenal dewasa ini barulah kira-kira 50 tahun yang lalu dan lambat laun berkembang terus sehingga seolah-olah menjadi bidang spesialisasi dalam kedokteran gigi. Pada zaman dahulu yaitu 60 hingga 70 tahun yang lalu ilmu orthodonti memang sudah dikenal seperti halnya dengan ilmu penambalan gigi dan pembuatan gigi tiruan, tetapi konsepnya berbeda dengan konsep ilmu orthodonti yang sekarang. Jika dulu yang dipentingkan hanyalah masalah mekanis saja, dalam arti penggunaan alat-alat untuk meratakan susunan gigi yang tidak rata, sekarang masalah biologis juga turut menjadi perhatian. Maksud dan tujuan dari perawatan orthodonti sendiri ada beberapa macam yaitu:
1. Menciptakan dan mempertahankan kondisi rongga mulut yang sehat
2. Memperbaiki cacat muka, susunan gigi geligi yang tidak rata, dan fungsi alat-alat pengunyah agar diperoleh bentuk wajah yang seimbang dan penelanan yang baik
3. Memperbaiki cacat waktu bicara, waktu bernafas, pendengaran, dan mengembalikan rasa percaya diri seseorang
4. Menghilangkan rasa sakit pada sendi rahang akibat gigitan yang tidak normal
5. Menghilangkan kebiasaan buruk, seperti; menghisap ibu jari, menggigit-gigit bibir, menonjolkan lidah, bernafas melalui mulut
B. Sejarah Perawatan Orthodonti (Kawat Gigi)
Berbicara mengenai sejarah ilmu orthodonti maka akan sama tuanya dengan sejarah ilmu kedokteran gigi serta cabang-cabang ilmu kedokteran gigi yang lain seperti ilmu penambalan gigi dan ilmu pembuatan gigi tiruan. Hippocrates termasuk salah satu orang yang berpendapat mengenai kelainan pada tengkorak kepala dan wajah (kraniofasial) : “Di antara kelompok manusia terdapat orang dengan bentuk kepala yang panjang, sebagian memiliki leher yang lebar dengan tulang yang kuat. Yang lainnya memiliki langit-langit (palatum) yang dalam dengan susunan gigi yang tidak teratur, berjejal satu sama lain dan hal itu berhubungan dengan sakit kepala dan gangguan keseimbangan.” Sedangkan Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori: “Gigi dapat digerakkan dengan memberikan tekanan dengan tangan.” Peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi telah ditemukan oleh para arkeolog di makam-makam kuno bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko.
C. Kawat Gigi (Orthodonti) dalam Pandangan Islam
1. Hukum Mengikir Gigi
Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Artinya : “Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah”
Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia. Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.
2. Hukum Mengikir Gigi Untuk Keindahan
Diharamkan bagi wanita muslim untuk mengikir gigi-giginya dengan tujuan memperindah diri, dengan cara mendinginkan gigi-giginya dengan pendingin sehingga tampak merenggang jarak antara gigi-giginya supaya kelihatan cantik. Namun apabila terdapat kotoran pada gigi-giginya yang mengharuskannya mengubahnya, dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran tersebut, atau karena terdapat ketidaknyamanan yang mengharuskannya untuk memperbaikinya dengan tujuan untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut, maka perbuatan tersebut tidak mengapa, karena hal itu termasuk dalam berobat dan membuang kotoran, yang hanya bisa dilakukan oleh daokter spesialis.
3. Hukum Mengikir Gigi Untuk Tujuan Pengobatan
Mengubah gigi untuk tujuan memperindahnya dan untuk menampakkan ketajamannya adalah perbuatan haram. Namun apabila untuk tujuan pengobatan, maka tidak mengapa. Jika tumbuh gigi pada wanita yang menyusahkannya, maka diperbolehkan untuk mencabutnya karena gigi tersebut merusak pemandangan dan menyulitkannya dalam makan, sedangkan membuang aib (kekurangan) diperbolehkan menurut syari’at. Demikian pula apabila terdapat kelainan yang memerlukan pengobatan, maka diperbolehkan.
4. Meluruskan Gigi dan Mendekatkan antara Gigi-Gigi
Bila memang diperlukan, misalnya ada kelainan yang harus diperbaiki, maka hukumnya diperbolehkan.
Namun apabila tidak diperlukan, maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan untuk mengubah gigi dan mengikirnya untuk keindahan, beserta ancaman bagi pelakunya, karena perbuatan tersebut termasuk sia-sia dan mengubah ciptaan Allah.
Jika hal itu untuk pengobatan atau untuk membuang kelainan,atau untuk kebutuhan, misalnya seseorang tidak bisa makan dengan baik kecuali dengan mngubah gigi-giginya, maka hal tersebut diperbolehkan.
Adapun hadits-hadits yang berkaitan:
"Rosululloh melaknat perempuan yang mentato dan yang minta ditato, dan yang mengikirgigidanyangmintadikikirgiginya."
(HR.Thabrani)
"Rosululloh melaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadicantik,yangmengubahciptaanAlloh."
(HR.BukhariMuslim)
Secara filosofi, para dokter gigi beralasan penggunaan kawat gigi itu bisa untuk estetika(kecantikan),tapibisajugauntukalasanmedis.
jadi saya pribadi, lebih condong kalau alasan penggunaan kawat gigi itu berhenti pada titik 'alasan kecantikan' itu dilarang (QS. 004:119). apalagi sampai beranggapan kalau giginya yang tidak beraturan itu membuat dirinya jauh dari jodoh. naudzubillah, prasangka semacam inimerupakankedzalimanterhadapAlloh.
tapi kalau untuk alasan medis seperti misalnya mengembalikan fungsi pengunyahan yang tidak normal, maka itu diperbolehkan karena merupakansalahsatuikhtiarpengobatanygdisunnahkanolehRosululloh.
KESIMPULAN
Dengan melihat berbagai faktor penyebab dan kebutuhan penanganan secara orthodonti, maka hal tersebut diperbolehkan dalam Islam, baik sebagai pasien maupun dokter gigi yang menanganinya, bahkan hal ini sangat dianjurkan dan dapat bernilai ibadah. Sebab, Islam menganjurkan untuk berobat bila terjadi kelainan dan ketidaknormalan pada fisik dan psikis. Bukankah Islam sangat memperhatikan kesehatan seperti telah difirmankan ALLAH dalam Al-Qur’an?
Namun, belakangan ini tampaknya timbul suatu fenomena di mana penggunaan kawat gigi sebagai suatu tren tersendiri khususnya di kalangan kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena mereka sekedar ingin bergaya dan bahkan terkadang karena ingin menunjukkan status ekonomi, meskipun sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak perlu menggunakannya karena kondisi gigi yang normal. Untuk hal ini, pemasangan alat orthodonti cekat pada pasien yang sebetulnya tidak butuh perawatan sebetulnya merupakan perbuatan yang sia-sia, tidak perlu, termasuk mubazir. Sebab, biasanya rata-rata waktu perawatan orthodonti cukup lama tergantung tingkat keparahannya dengan biaya yang tidak sedikit. Jika perawatan orthodonti digunakan dengan tujuan yang seperti disebutkan di atas tadi, maka hal ini termasuk kepada hal yang berlebih-lebihan [israf] yang dibenci oleh ALLAH [QS. Al-Mu’minun : 64-5, QS. Al-Isra’ : 26-7]. Jadi, semuanya kembali lagi pada niat dan tujuan dari perawatan orthodonti itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
http://myquran.com
http://suaramerdeka.comZinatul Mar’ah,
Kitabul Muntaqa Min Fatawa . Syaikh Shalih Al-Fauzan, Juz 7
Profitt, et al. Contemporary Orthodontics 1st Ed. St. Louis : CV Mosby Co. : 1986
Setiawan Budi Utomo. Fiqih Aktual. Jakarta : Gema Insani Press. 2003
Tanbihat “ala Ahkamin Takhushshu bil Mu’minat, Syaikh Shalih Al-Fauzan,
ZiantulMar’ah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan
KEBERAGAMAAN PADA MASA DEWASA DAN USIA LANJUT
A. Pengertian Dewasa
Usia dewasa dimulai sejak berakhirnya kegoncangan-kegoncangan kejiwaan yang menimpa masa remaja. Dengan demikian, usia dewasa bisa dikatakan ketenangan jiwa, ketetapan hati dan keimanan yang tegas. Walaupun demikian, dalam kenyataan hidup sehari-hari terkadang dijumpai orang-orang dewasa masih merasakan kegoncangan jiwa. Tentunya tidak sehebat yang terjadi pada masa remaja. Hal itu wajar terjadi karena persoalan-persoalan hidup tetap saja timbul, sekalipun mereka telah mencapai usia dewasa.
Dari segi biologis atau pisikologis dewasa dapat diartikan sebagai suatu keadaan bertumbuhnya ukuran-ukuran tubuh dan mencapai kekuatan maksimal serta siap “berproduksi”.
Dewasa juga dapat diartikan sebagai individu-individu yang telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal dan siap bereproduksi dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif, afektif dan psikomotor, serta dapat diharapkan memainkan peranannya bersama dengan individu-individu lain dalam masyarakat.
Rumusan di atas itu mengundang untuk memperhatikan apa yang ditekankan yaitu istilah diharapkan. Penekanan ini dimaksudkan bahwa orang dewasa itu, baru memiliki kemungkinan-kemungkinan untuk memiliki sesuatu sifat atau sesuatu keadaan atau sesuatu cirri. Kalau orang dewasa dapat senyatanya melaksanakan apa yang diharapkan itu, maka sebagian ciri kematangan telah mereka miliki.
Adapun pengertian dari masa dewasa yaitu masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif, yaitu suatu masa yang penuh masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas, dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Masa dewasa dini, dari umur delapan belas hingga lebih kurang empat puluh tahun.
Tahapan-Tahapan Masa Dewasa
Pada masa dewasa dapat dibagi ke dalam tiga tahapan:
1. Masa dewasa dini
Masa dewasa ini sebagai masa: pengaturan, usia produktif, masa bermasalah, masa ketegangan emosional, keterasingan social, komitmen, ketregantungan, perubahan nilai-nilai dan penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
Elizabeth B. Hurlock, menentukan usia dewasa dimulai dari usia 18-40 tahunan. Rita Atkinson menentukan usia dewasa mulai usia 25-40 tahun. Sedangkan di Indonesia usia dewasaan adalah usia 21 tahun, hal ini berarti bahwa pada usia itu sudah di anggap dewasadan mempunyai tanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatannya.
2. Masa dewasa madya
Masa dewasa madya, Elizabeth B. Hurlock, menentukan mulai dari umur 40-60 tahun., sedangkan Rita Atkison, menetukan mulai dari 40-65 tahun. Pada masa-masa ini di tandai oleh adanya perubahan-perubahan jasmani dan mental yaitu menurunkannya kemampuan fisik dan psikologis yang jelas nampak pada setiap orang. Ada sepuluh karakteristik pada masa usia madya yaitu:
1) Merupakan periode yang sangat ditakuti
2) Merupakan masa transisi
3) Masa stress
4) Usia yang berbahaya
5) Usia canggung
6) Masa berprestasi
7) Masa evaluasi
8) Devaluasi dengan standar ganda
9) Masa sepi
10) Masa jenuh
Biasanya pada umur dewasa ini akan tampak tanda-tanda atau isyarat yang menunjukan kemana kecenderungan yang sebenarnya, kearah kebaikan atau kejahatan, manjadi manusia pembangun atau perusak.
3. Masa dewasa akhir
Masa dewasa lanjut- senescence (artinya: tumbuh menjadi tua), Elizabeth Hurlock menetukan mulai 60 tahun sampai kematian. Rita Atkinson menentukan mulai pada umur 65 tahun sampai kematian. Pada fase ini baik kemampuan fisik maupun psikologis nampak adanya penurunan pada setiap orang. Adapun cirri-ciri usia lanjut adalah:
1) Periode kemunduran
2) Perbedaan individual pada efek menua
3) Usia tua di nilai dari criteria yang berbeda.
B. Perkembangan Agama Pada Masa Dewasa
Dari segi Ilmu Jiwa Agama, dapat dikatakan bahwa perubahan keyakinan atau perubahan jiwa agama pada orang dewasa bukanlah suatu hal yang terjadi secara kebetulan saja, dan tidak pula merupakan pertumbuhan yang wajar, akan tetapi adalah suatu kejadian yang didahului oleh berbagai proses dan kondisi yang dapat diteliti dan dipelajari. Perkembangan jiwa agama pada orang dewasa, yang terpenting ialah yang dinamakan “Konversi Agama”, keyakinan yang berupa mistik; dan perubahan ke arah acuh tak acuh terhadap ajaran agama.
Pada masa dewasa dini, agama mulai dipandang sebagai bagian terpenting dalam hidupnya. Sedangkan pengkajian nilai diharapkan untuk menjadi pedoman yang lebih kokoh menghadapi tugas-tugas didunia dan jadi pedoman utama menghadapi kematian dan hidup di akhirat kelak. Pekerjaan, ideology, kegiatan sosial, biasanya akan dikaitkan dengan tuntunan agama. Kwalitas ibadah saat ini akan terlihat secara jelas. Sedangkan yang nilai agamanya kurang disebabkan pendidikan dasar agama yang diperoleh sebelumnya rendah, dan akan mewujudkan tingkah laku agama yang rendah pula. Orang dewasa dini lebih memperhatikan hal-hal keagamaan jika tetangga-tetangga dan teman-temannya aktif dalam organisasi-organisasi keagamaan. Dan pada masa ini kegagalan-kegagalan hidup mulai diatasi dengan bantuan agama, sekalipun dia selama hidupnya kurang mengamalkan agama atau kurang keyakinannya.
Orang-orang dewasa yang cemas akan kematian atau mereka yang sangat memikirkan hal kematian cenderung lebih memperhatikan agama daripada orang yang bersikap lebih realistic. Semakin otoriter pola kepribadian seseorang, semakin banyak perhatiannya pada agama dan semakin kaku sikapnya terhadap agama-agama lainnya. Sebaliknya, orang yang memiliki pribadi yang berpandangan seimbang lebih luwes terhadap agama-agama lain dan biasanya lebih aktif dalam kegiatan agamanya. (Tumanggor,2001:72;Hurlock,1980:258)
Pada masa dewasa madya adalah masa keinginan yang sangat tinggi untuk beribadah. Banyak orang berusia madya (laki-laki dan perempuan) yang tertarik kepada tempat ibadah (seperti: masjid) dan kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan daripada yang pernah mereka kerjakan pada waktu masih muda. Walaupun keinginannya ini mungkin bukan karena alasan keagamaan. Contohnya banyak orang usia madya, terutama wanita menganggap bahwa kegiatan keagamaan atau sosial dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Keinginannya untuk lebih terlibat dengan kegiatan keagamaan akan semakin besar setelah seseorang kehilangan anggota keluarga atau teman dekatnya.
C. Sikap Keberagamaan Pada Masa Dewasa
Sikap keberagamaan orang dewasa memiliki perspektif yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya. Selain itu, sikap keberagamaan ini umumnya juga dilandasi oleh pendalaman pengertian dan perluasan pemahaman tentang ajaran agama yang dianutnya. Beragama, bagi orang dewasa sudah merupakan sikap hidup dan bukan sekedar ikut-ikutan.
Sejalan dengan tingkat perkembangan usianya, maka sikap keberagamaan pada orang dewasa antara lain memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang, bukan sekadar ikut-ikutan.
2. Cenderung bersifat realis, sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku.
3. Bersikap positif terhadap ajaran dan norma-norma agama, dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan.
4. Tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri hingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup.
5. Bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas.
6. Bersikap lebih kritis terhadap materi ajaran agama sehingga kemantapan beragama selain didasarkan atas pertimbangan pikiran, juga didasarkan atas pertimbangan hati nurani.
7. Sikap keberagamaan cenderung mengarah kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing, sehingga terlihat adanya pengaruh kepribadian dalam menerima, memahami serta melaksanakan ajaran agama yang diyakininya.
8. Terlihat adanya hubungan antara sikap keberagamaan dengan kehidupan sosial, sehingga perhatian terhadap kepentingan organisasi sosial keagamaan sudah berkembang.
D. Pengertian Usia Lanjut
Tua adalah hasil dari proses penuaan (aging process) yang sesungguhnya dialami oleh setiap manusia sejak awal ia ada. Dalam hal ini salah satu teori tentang penuaan menyebutkan bahwa penuaan terjadi pada sel-sel tubuh sesaat setelah pembuahan berlangsung. Artinya saat manusia belum dilahirkan ke dunia, proses penuaan sendiri telah terjadi.
Pada masa muda dimana tubuh masih berfungsi sempurna, proses penuaan itupun sebenarnya sudah terjadi, tetapi karena pada masa muda penuaan atau pematangan sel memang diperlukan untuk keberlangsungan fungsi tubuh, proses penuaan tersebut belum bermakna bagi seseorang.
Sedangkan seseorang dapat dikatakan tua, dibedakan menjadi bermacam pandangan. Menurut WHO (1982), seseorang dikatakan tua dibagi menjadi empat tahapan yaitu:
1. Usia pertengahan tahun (middle age) 45-59 tahun,
2. Usia lanjut (elderly) 60-69 tahun,
3. Usia tua (old) 70-79 tahun,
4. Usia sangat tua (very old) 80 tahun keatas.
Di Indonesia sendiri, definisi tua adalah bila seseorang tersebut telah mencapai usia 60 tahun keatas (UU No.13, 1998)
Usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu.
Datangnya masa tua, biasanya disambut oleh sebagian orang dengan rasa cemas, dan khawatir. Selain aspek biologis yang menurun, aspek sosial pun telah berbeda. Hal tersebut dapat dimengerti, karena dalam aspek biologis banyak faktor yang menurun fungsinya, seperti contoh dalam panca indera. Pada lanjut usia (selanjutnya disebut lansia) indera perasa, dan pembau yang telah berkurang sensitifitasnya dapat menyebabkan hilangnya selera makan. Belum lagi pada proses metabolisme yang memang telah menurun dalam fungsi pengabsorpsiannya. Hal ini dapat menyebabkan banyak faktor pada lansia, salah satunya adalah turunnya daya tahan tubuh yang menyebabkan lansia sangat mudah terinfeksi penyakit.
Ciri-ciri usia lanjut:
a. merupakan periode kemunduran
b. Perbedaan individual pada efek menua
c. Usia tua dinilai dengan kriteria byang berbeda
E. Perkembangan Agama Pada Usia Lanjut
Seiring dengan meningkatnya usia, orang pada masa dewasa lanjut tidak sulit mengikuti dogma-dogma agama dan melakukan kunjungan ke tempat ibadah (untuk beribadah, seperti ke mesjid), mengunjungi para ulama, dan orang-orang yang berbeda kepecayaan dengan sikap yang lebih lunak.
Ketertarikannya terhadap agama sering dipusatkan pada masalah kematian yang menjadi sesuatu yang bersifat pribadi. Dan menurunnya kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan di mesjid pada usia lanjut tidak ada minat adalah lebih sedikit daripada faktor-faktor lain seperti kesehatan yang memburuk, tidak ada transportasi, malu karena tidak mempunyai pakaian yang sesuai atau tidak mampu menyumbang uang, dan perasaan tidak dibutuhkan oleh anggota organisasi masjid yang lebih muda.
Pada masa ini, perempuan lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan masjid daripada laki-laki karena kesempatan yang mereka berikan untuk hubungan sosial. (Hurlock,1980:402,409).
F. Sikap Keberagamaan Pada Usia lanjut
Adapun sikap keberagamaan pada usia lanjut justru mengalami peningkatan dan untuk proses seksual justru mengalami penurunan.
Berbagai latar belakang yang menjadi penyebab kecenderungan sikap keagamaan pada manusia usia lanjut ,secara garis besar ciri-ciri keberagamaan di usia lanjut adalah:
1. Kehidupan keagamaan pada usia lanjut sudah mencapai tingkat kemantapan .
2. Meningkatnya kecenderungan untuk menerima pendapat keagamaan.
3. Mulai muncul pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara lebih sungguh-sungguh.
4. Sikap keagamaan cenderung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia , serta sifat-sifat luhur.
5. Timbul rasa takut kepada kematian yang meningkat sejalan dengan pertanbahan usia lanjutnya.
PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami susun dengan sebaik mungkin, akan tetapi kesalahan dan kekurangan pastilah ada pada diri kami selaku penyusun, oleh karena itu kami haturkan maaf yang sebesar-besarnya jika memang ada kesalahan dan kekurangannya, untuk itu kami mengharapkan kritik dan sarannya guna menjadikan makalah ini dapat lebih baik ke depannya.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak dosen dan kepada teman-teman semua yang telah membimbing dan turut ikut berpartisipasi dalam kegiatan diskusi ini.
Akhirnya kami ucapkan semoga pembahasan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amin. Sekian, wassalamu’alaikum wr. wb.
DAFTAR PUSTAKA
Daradjat, Zakiah, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: PT Bulan Bintang, 2005
Hartati, Netty, dkk., Islam & Psikologi, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004
Hidayati, Heny Narendrany, Andri Yudiantoro, Psikologi Agama, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2007
http://shint4.blogdetik.com/index.php/tag/folat/
Jalaludin, Psikologi Agama, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008
Mappiare, Andi, Psikologi Orang Dewasa, Surabaya: Usaha Nasional, 1983







